Jadi 10 Hari, Karantina Masuk RI Sesuai Anjuran Presiden

Pemerintah akhirnya menambahkan karantina masuk RI bagi WNA atau WNI yang melakukan perjalanan dari luar negeri ke Indonesia menjadi 10 hari. Hal inipun ternyata juga diakibatkan karena semakin merebaknya kasus varian baru Covid-19 yakni Omicron yang berasal dari Afrika Selatan.

Karantina Masuk RI Sesuai Anjuran Presiden

Adapun keputusan ini disampaikan oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sesuai dengan arah dari Presiden Jokowi. Pihak pemerintah mengambil langkah tersebut lantaran semakin banyaknya Negara dimana mendeteksi adanya penyebaran varian baru. Perpanjangan waktu karantina itupun akan diberlakukan mulai dari 3 Desember nanti.

Adapun kebijakan ini diambil akan terus memperoleh evaluasi secara rutin sambil memahami sekaligus mendalami informasi mengenai Omicron, Ucap Menko Luhut didalam keterangannya tersebut.

Tidak sampai disitu saja, untuk mencegah adanya penyebaran virus agar tidak semakin parah, maka masyarakat pun diminta agar selalu koorperatif dan mematuhi semua protocol kesehatan serta menghindari kerumunan.

Karantina Masuk RI 10 Hari Ditetapkan Karena Banyak Negara Mendeteksi Omicron

Adapun masa dari karantina yang diperpanjang ternyata bukan tanpa alasan sehubungan dengan 11 negara dimana sudah menemukan adanya kasus Omicron. Menko Luhut juga menambahkan apabila sejauh ini pihak pemerintah tidak melarang WNI dimana ingin ke luar negeri.

Tetapi pihaknya mengimbau agar para WNI yang berencana akan pelesiran ke luar negeri buat mengurungkan niat demi keamanan dan kenyamanan bersama. Ini juga buat mencegah agar pandemi di RI dapat segera dikendalikan dengan maksimal.

Sebelumnya, pemerintah memang sudah mengeluarkan adanya aturan mengenai karantina bagi WNI yang baru saja pulang dari negara dengan adanya laporan kasus Omicron harus melakukan karantina selama 14 hari.

Juru bicara Satgas Covid-19 yakni Wiku Adisasmito melalui siaran di Youtube Sekretariat Presiden mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang melakukan antisipasi terhadap kenaikan kasus karena adanya importasi kasus maupun varian baru sesudah ke datangan mereka di pintu Indonesia menjadi 14 hari.

Dimana WNI tersebut baru saja transit atau melakukan perjalanan ke Negara dimana sudah terinfeksi adanya varian baru tersebut. Sudah ada beberapa Negara dimana dikabarkan sudah melaporkan adanya temuan Omicron ini.

Beberapa Negara tersebut diantaranya adalah Afrika Selatan, Malawi, Bostswana, Angola, Zambia, Hong Kong, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, Lesotho serta Eswatini. Dan terbaru adalah Amerika Serikat dimana warganya baru saja melakukan perjalanan dari Afrika Selatan.

Program Vaksin Booster Akan Segera Digelar Januari Mendatang

Selain menyampaikan adanya perpanjangan massa karantina Masuk RI, Luhut juga sudah menyiapkan adanya vaksin booster atau penguat vaksin yang berguna buat persiapan menghadapi ancaman virus gelombang ketika. Ini berhubungan dengan kemunculan varian Omicron tersebut.

Adapun pernyataan inipun ternyata disampaikan Luhut ketika sedang menjadi pemimpin didalam rapat koordinasi evaluasi PPKM di Jawa maupun Bali. Ia menambahkan bahwa jadwal pemberian booster akan segera dilakukan dan dimulai pada Januari mendatang untuk periode awa.

Adapun vaksin untuk dosis ketiga inipun akan ditunjukkan oleh warga yang sudah lanjut usia ataupun kelompok-kelompok dimana cukup rentan. Adapun pihak pemerintah ternyata sudah mengantisipasi penyebaran covid-19 dengan massif setelah pertama kali dikabarkan ada di Afrika November akhir kemarin.

Bukan hanya menyiapkan vaksin booster saja, dia juga menyatakan bahwa pejabat Negara sebaiknya tidak berpergian ke luar negeri buat melakukan pencegahan adanya varian baru yang masuk. Aturan inipun diberlakukan kepada seluruh pejabat.

Sedangkan bagi masyarakat, adanya pembatasan perjalanan ke luar negeri ternyata masih bersifat imbauan. Tetapi agar dapat mengantisipasi, lebih baik menghindarinya. Dengan adanya perpanjangan karantina masuk RI itulah menjadi upaya buat mencegah adanya penyebaran virus lebih parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *