Provider Internet ini Berikan Jaminan Uang Kembali Kalau Tak Puas dengan Layanan Internet Miliknya

Hal yang paling menjengkelkan ketika berurusan dengan provider internet adalah pada saat jaringan mengalami permasalahan. Berbeda halnya kalau provider internet mempunyai jaringan yang bisa diandalkan. Hal ini pun nampaknya disadari oleh provider internet Australia, Vodafone yang memberikan jaminan uang kembali kepada para pelanggannya.

Dalam pengumuman terbarunya, Vodafone Australia memberikan jaminan uang kembali 30 hari kalau para pelangggan tidak puas dengan kualitas jaringan miliknya. Dengan kebijakan terbarunya ini, Vodafone pun akan memberikan refund kepada para pelanggannya. Proses refund yang dijanjikan pun membutuhkan waktu maksimal selama 10 hari.

Kepala Marketing Vodafone Loo Fun Chee mengatakan kalau saat ini para pengguna smartphone berhak untuk bisa menggunakan jaringan internet yang bisa diandalkan. Dan kebijakan terbaru yang dilakukan oleh Vodafone ini pun bakal memberikan keuntungan kepada para pelanggan. Terlebih kebijakan ini tak hanya berlaku untuk pelanggan personal, tapi juga untuk pelanggan segmen bisnis kecil yang mempunyai 9 koneksi internet.

Di Australia, Vodafone memang bukan dikenal sebagai provider internet terbesar dan masih kalah kalau dibandingkan dengan Telstra. Meskipun begitu, provider internet yang satu ini, seperti yang diungkapkan oleh OpenSignal, mempunyai ketersediaan jaringan 4G LTE yang tidak kalah dengan Telstra. Ditambah lagi, jaringan milik Vodafone terkenal lebih bisa diandalkan meski memang untuk masalah kecepatan bukanlah yang nomor satu di Australia.

Karyawan Provider Telepon Kedapatan Mencuri Sekaligus Menjual 1,5 Juta Data Pribadi Pelanggan

Informasi terkait data pribadi seseorang terus menjadi komoditas yang banyak diincar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan kali ini, seorang pegawai provider telepon T-Mobile Republik Ceko, ketahuan melakukan aktivitas pencurian sekaligus penjualan data-data pribadi para pelanggan T-Mobile.

Insiden tersebut baru diketahui oleh pihak perusahaan pada tanggal 13 Juni kemarin. T-Mobile pun mengatakan kalau sistem keamanan mereka mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh salah satu karyawannya. Setelah ditelusuri, ternyata karyawan yang bersangkutan mencuri sebanyak 1,5 juta data pelanggan T-Mobile.

Data-data tersebut pun selanjutnya bakal dijual ke pihak ketiga. Hanya saja, sebelum bisa menjual data-data tersebut, karyawan itupun kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Tak hanya itu, pihak T-Mobile Republik Ceko pun langsung memberikan keputusan pemecatan terhadap karyawan tersebut.

Lebih lanjut, seperti dikutip dari Softpedia, T-Mobile mengungkapkan kalau data-data pribadi yang berhasil dicuri tersebut adalah data-data yang biasa digunakan untuk sarana marketing. Tidak ada data berupa password ataupun PII (Personally Identifiable Information) yang bocor ke pihak luar. T-Mobile pun meyakinkan bakal tidak ada aktivitas peningkatan spamming yang menimpa para pelanggannya.

Secara khusus, T-Mobile juga mengatakan kalau kejadian ini murni merupakan sebuah tindakan kejahatan yang dilakukan oleh personal. Di sisi yang lain, sistem yang dimiliki oleh perusahaan telah bekerja dengan baik dan bisa secara langsung mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan.

Amazon Dikabarkan Siap Bersaing di Pasar Online Indonesia

Situs e-commerce terkemuka dunia, yakni Amazon dikabarkan bakal meramaikan persaingan toko online di tanah air. Bahkan secara khusus, Amazon bakal menyiapkan dana tak kurang dari 8 triliun rupiah sebagai modal usaha. Kabar kedatangan kedua e-commerce raksasa dunia ini diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa.

Kedatangan Amazon, menurut Daniel, sudah bukan merupakan berita yang rahasia lagi. Pihak Amazon pun sudah mengumumkan minatnya untuk bisa membuka usaha di Indonesia. Hanya saja, belum diketahui waktu kedatangan pasti perusahaan yang dimiliki oleh Jeff Bezos tersebut. Kedatangan Amazon, menurut Daniel bakal memberikan dampak yang sangat besar bagi persaingan e-commerce di tanah air.

Dia mencontohkan fenomena yang sebelumnya terjadi di negara India. Kehadiran Amazon di negeri Bollywood tersebut secara langsung mengurangi omzet yang dimiliki oleh Flipkart yang sebelumnya dikenal sebagai e-commerce terbesar di sana. Bahkan, lanjut Daniel, Flipkart kehilangan pangsa pasarnya hingga 50 persen hanya dalam jangka satu tahun.

Dengan dana yang melimpah, Amazon pun bakal bisa dengan mudah membangun jaringan e-commerce yang sangat kuat di tanah air. Meski begitu, bukan tidak mungkin toko online tanah air juga bisa mengalahkan hegemoni Amazon. Sebagai contohnya adalah yang telah terjadi di negara Cina. Di Cina, Amazon harus mengalah kepada Alibaba dan akhirnya memilih untuk keluar dari negara tersebut.

Samsung Kenalkan Teknologi FoWLP, Jadikan Smartphone Lebih Tipis

Samsung memang tidak habisnya dalam mengembangkan inovasi produk buatan mereka. Tidak hanya perangkat elektronik saja, kita tahu bahwa Samsung juga merupakan produsen chipset yang mana juga digunakan pada perangkat Apple. Namun tidak sendirian, Samsung juga memiliki pesaing yang juga pemain lama dalam memproduksi chipset untuk perangkat iPhone dan iPad, yakni TSMC.

Demi menghadapi TSMC, baru saja Samsung mengumumkan teknologi terbaru pada chipset buatannya. Dikutip dari TweakTown, dikatakan bahwa teknologi tersebut bernama Fan Out Wafter Level Packaging atau FoWLP.

Disebutkan bahwa dengan teknologi FoWLP tersebut, mampu menambah tingkat efisiensi dari sebuah chipset hingga 30%. Tidak hanya itu saja, teknologi ini tidak memerlukan PCB sehingga mampu mengurangi ketebalan smartphone hingga 0,3 mm.

Namun nampaknya teknologi tersebut bakal digunakan Apple pada tahun depan atau chipset A11, mengingat Apple saat ini telah melakukan tahap produksi untuk perangkat iPhone 7-nya dan mempercayakan TSMC sebegai pemasok chipset A10. Tapi bisa saja Apple memesan pada Samsung bila TSMC tidak sanggup memenuhi permintaan dari Apple yang sangat tinggi, sehingga perangkat Apple iPhone 7 bakal menggunakan chipset dari Samsung dengan teknologi FoWLP ini.

Nah meskipun pada bisnis smartphone keduanya saling sikut, tapi soal bisnis chipset nampaknya Apple dan Samsung tidak bisa dipisahkan. Tetapi, akankah chipset dari Samsung ini bakal mengalami penurunan performa, seperti pada chipset A9, yang mana buatan TSMC lebih unggul dari segi efisiensi baterai dan performanya? Kita tunggu saja.

Meski Punya Uang Banyak, Microsoft Pilih Berhutang untuk Pembayaran Akuisisi LinkedIn

Microsoft secara mengejutkan melakukan akuisisi besar-besaran terhadap LinkedIn dengan nilai mencapai 349 triliun rupiah. Namun siapa sangka, untuk pembayaran proses akuisisi tersebut, Microsoft ternyata memilih untuk berhutang pada pihak ketiga. Padahal di sisi lain, perusahaan software terbesar dunia itu mempunyai uang mencapai 100 miliar USD di berbagai rekening luar negeri miliknya.

Menurut laporan Seattle Times, saat ini Microsoft berusaha untuk mencari pinjaman yang bakal digunakan untuk pembayaran akuisisi LinkedIn. Kebijakan berhutang ini pun dilakukan oleh Microsoft sebagai salah satu cara untuk melakukan penghematan. Utamanya penghematan dalam menghindari besarnya pajak yang harus dibayarkan.

Jika pembayaran dilakukan secara tunai, pajak yang harus dibayarkan oleh Microsoft kepada Pemerintah Amerika Serikat tidaklah sedikit. Untuk penarikan uang dari rekening di luar negeri, bakal dikenakan pajak sebanyak 35 persen. Menurut sumber dari Seattle Times, kebijakan berhutang ini bakal memberikan penghematan bagi Microsoft mencapai 9 miliar USD atau setara 120 triliun rupiah.

Kebijakan berhutang sebagai sarana untuk menghindari pembayaran pajak ini pun ternyata menjadi aktivitas yang cukup banyak dilakukan oleh perusahaan besar Amerika Serikat. Bahkan Apple yang kerap disebut-sebut sebagai perusahaan teknologi terbesar dunia, mempunyai hutang sebesar 6,5 miliar USD.

Selain itu, saat ini juga banyak perusahaan Amerika yang memilih untuk menaruh uangnya di rekening luar negeri seperti yang dilakukan Microsoft. Bahkan kabarnya, perusahaan-perusahaan Amerika mempunyai total uang sebanyak 2 triliun USD di rekening luar negeri. Dan kalau uang sebanyak itu dibawa ke dalam negeri, bisa memberikan pemasukan pajak sebesar 600 miliar USD bagi negara.

Tingkat Kecerdasan Ternyata Berkaitan Erat dengan Aktivitas Pembajakan Software

Bagi para perusahaan software, musuh utama yang harus mereka hadapi setiap harinya adalah pembajakan software. Terlebih untuk sebuah software yang sangat populer seperti Windows ataupun Office milik Microsoft. Terkait aktivitas pembajakan software ini, para peneliti dari MPRA Jerman menemukan sesuatu yang sangat menarik.

Dalam hasil penemuan yang mereka lakukan, tingkat kecerdasan sesesorang atau IQ ternyata mempunyai dampak nyata terhadap aktivitas pembajakan software. Mereka yang punya IQ tinggi, cenderung enggan melakukan aktivitas pembajakan. Meski begitu, dalam paper berjudul “Intelligence and Crime: A novel evidence for software piracy” itu, MPRA enggan menyebut IQ rendah sebagai penyebab aktivitas pembajakan software.

Menurut laporan yang dikutip dari Slashgear, MPRA pun mengambil data dari 100 negara dunia. Selanjutnya, mereka pun membandingkan nilai IQ rata-rata setiap negara. Dan hasilnya, seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa tingkat kecerdasan mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan aktivitas pembajakan software. Yang pasti, MPRA mengungkapkan kalau ada kenaikan IQ sebesar 10 persen bakal berdampak pada penurunan software sebesar 5,3 persen.

Meski mengambil kesimpulan seperti itu, ternyata tak semua negara mempunyai fenomena seperti itu lho. Contohnya saja adalah negara Cina yang tercatat mempunyai IQ rata-rata yang tinggi dan diiringi oleh tingkat pembajakan yang tinggi. Contoh lainnya adalah Afrika Selatan yang memiliki rata-rata IQ rendah dan diimbangi dengan tingkat pembajakan yang juga rendah.

Jack Ma Anggap Produk Aspal Tawarkan Kualitas lebih Baik Dibandingkan Produk Original

Kalau ingin mencari produk aspal dalam berbagai bentuk, datanglah ke negeri Cina. Bahkan, menurut sosok Jack Ma yang dikenal sebagai founder Alibaba, produk jiplakan yang ada di pasaran saat ini banyak yang mempunyai kualitas lebih baik dan harga lebih murah jika dibandingkan dengan produk aslinya. Hal tersebut pun diungkapkan oleh Jack Ma seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Pernyataan Jack Ma itupun diungkapkannya setelah banyaknya tudingan terkait produk aspal yang ditawarkan di toko online Taobao yang merupakan salah satu anak perusahaan Alibaba. Di toko online mahjong slot tersebut, konsumen pun bisa menengok dengan mudah keberadaan produk-produk aspal dari brand ternama dunia. Kelompok anti pembajakan yang beranggotakan brand ternama dunia seperti Tiffany, Michael Kors dan Gucci America pun menyuarakan kekecewaannya terkait keberadaan barang tiruan di layanan milik Alibaba.

Meskipun melakukan aksi yang cukup gencar dalam mempromosikan produk aspal, Jack Ma pun enggan mengakui hal tersebut sebagai tindakan yang salah. Bahkan Ma mengatakan kalau Alibaba merupakan perusahaan yang terus berperang melawan keberadaan produk-produk bajakan. “Setiap produk bajakan yang kami jual, kami kehilangan lima orang konsumen,”ujar Ma.

Namun keberadaan barang aspal yang dijual di layanan milik Alibaba, menurut Ma, tidak bisa terhindarkan. Terlebih para konsumen Alibaba cenderung mencari produk dengan harga yang lebih murah. Sebagai langkah antisipasi, Alibaba pun sudah meluncurkan sebuah program yang berupaya untuk membantu pabrik Cina dalam memproduksi dan mengembangkan produk murah berkualitas dengan brand tersendiri.

Pesawat Mungil yang Bisa Masuk Garasi Rumah Sudah Bisa Dipesan Lho!

Mempunyai mobil di garasi rumah mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa. Bagaimana kalau punya pesawat di garasi? Hal ini tentunya menjadi hal yang menarik. Dan saat ini, hal seperti itupun bisa diwujudkan nyata dengan kehadiran pesawat mungil yang bernama e-Go.

e-Go ini merupakan sebuah pesawat murah yang didesain dengan body yang berukuran mungil. Bahkan pesawat berkapasitas untuk satu orang ini pun bisa masuk dalam garasi rumah. Terlebih bagian sayap dari pesawat e-Go ini dapat dibongkar pasang, sehingga memudahkannya untuk ditempatkan di dalam garasi rumah.

Seperti dikutip dari Gizmag, menerbangkan pesawat mungil ini juga tidak terlalu menyulitkan. e-Go hanya butuh landasan pacu sejauh 300 meter dan selanjutnya, pesawat mungil ini pun dapat mengudara dengan kecepatan maksimal 90 knot atau setara 167 kilometer per jam. Pesawat ini mempunyai kapasitas bahan bakar yang mampu membuatnya terbang sejauh 531 kilometer.

Pesawat ini mempunyai satu ruang pilot yang terletak pada bagian depan. Pesawat e-Go ini pun didesain untuk pilot dengan tinggi maksimal hingga 193 cm dan bobot 110 kg. Sebagai tambahan, pesawat ini juga mampu menampung beban sebanyak 15 kg. Dan pesawat ini pun mampu terbang dengan ketinggian mencapai 10 ribu kaki.

Pesawat e-Go ini pun sudah dalam tahap produksi massal dan bisa dibeli secara bebas. Satu unit pesawat mungil ini bisa diperoleh dengan harga sebesar 50 ribu poundsterling atau setara 946 juta rupiah. Bagaimana, tertarik dengan pesawat ini?

Harga Kacamata 3D Samsung Turun Harga & Disertakan pada TV 3D

Ada berita baik bagi siapapun yang hobi menonton, terlebih yang memiliki home theater karena produk Samsung berdimensi 3 (3D) kini harganya semakin bisa dijangkau.

Produk terbaru dari Samsung ini awalnya untuk merespons menjamurnya perusahaan pertelevisian yang mengeluarkan program 3D, seperti Penthouse. Samsung 3D ini memberikan layanan streaming 3D video music, trailer film.

Sengitnya persairngan di bisnis ini, membuat Samsung harus befikir ulang untuk menembus penjualan yang ditargetkannya. Makanya, perusahaan yang berbasis di Korea ini berinisiatif untuk menurunkan harga kacamata 3Dnya yang tadinya $ 130 menjadi hanya $ 50 saja mulai Mei 2011 nanti.

Dalam setiap pembelian Samsung HDTV 3D , konsumen akan diberikan sepasang kacamata khusus untuk menikmati layanan 3D, laiknya seperti ketika menonton di

CIA Amerika Habiskan Waktu 10 Tahun untuk Membobol Sistem Keamanan Apple

Langkah penyadapan yang dilakukan oleh Amerika melalui lembaga NSA sudah dikuak ke publik oleh Edward Snowden. Dan kini, ternyata tak hanya NSA yang terlibat dalam aksi penyadapan tersebut. Menurut laporan dari The Intercept, lembaga CIA juga turut terlibat, dan bahkan menghabiskan waktu 10 tahun untuk membongkan sistem keamanan milik Apple.

Menurut laporan mereka, CIA memulai proyek pembongkaran enkripsi di sistem Apple pada tahun 2006, setahun sebelum Apple secara resmi memperkenalkan iPhone pertamanya. CIA pun memperoleh kucuran dana dari “black budget”. Dalam laporan itu, Intercept pun bahkan menyebutkan kalau para peneliti yang bertugas untuk membongkan sistem keamanan Apple itu berada di Sandia National Laboratories.

Meskipun hampir menghabiskan waktu selama 10 tahun, tidak ada informasi yang mengungkapkan apakah usaha yang dilakukan oleh CIA itu berhasil atau tidak. Terlebih CIA sendiri enggan memberikan komentarnya terkait laporan tersebut. Di sisi lain, kalaupun CIA berhasil membongkar sistem keamanan Apple, tentu saja hal ini bakal memberikan kredit buruk bagi perusahaan.