Beda Soal Pilih Mobil, Malaysia Gunakan Nalar Indonesia Pegang Filosofi

Indonesia menjadi pasar menggiurkan bagi produsen otomotif dunia. Bermacam-macam merek dari beragam negara dapat dengan bebas dipasarkan dan dipasarkan. Bermacam-macam tipe mobil juga tersedia dari yang berukuran mini seperti city car, sampai yang berukuran besar dan berat seperti mobil-mobil niaga. Mengobrol tentang tipe-tipe mobil yang ada dipasaran, kita seluruh tahu kalau yang paling mendominasi yaitu mobil penumpang multi guna atau multi purpose vehicle (MPV). Populasinya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan cukup signifikan.

Bisa diaplikasikan untuk beragam keperluan dan dapat muat banyak penumpang jadi pertimbangan tersendiri para konsumen saat akan membeli mobil. Tidak heran kalau teladan MPV yang rata-rata berkapasitas https://phenixsalonsuitesmn.com/ tujuh penumpang kemudian jadi teladan paling laris di Indonesia. Efeknya pahitnya dirasakan oleh mobil-mobil di segmen lain yang alhasil terpinggirkan. Padahal tetap memiliki peminat, jumlahnya kalah telak dengan peminat mobil-mobil MPV. Situasi seperti ini berbeda dengan negara tetangga kita, Malaysia. Masyarakat di sana lebih menyenangi mobil-mobil efisien dan pantas keperluan. Mereka tidak akan membeli mobil berkapasitas besar kalau cuma diaplikasikan untuk keperluan sendiri atau dengan keluarga kecilnya.

Di Malaysia sudah berubah dengan bertumbuhnya masyarakat yang berpendidikan tinggi dan gunakan nalar. Jikalau sehari-hari pergi gunakan mobil cuma sendiri atau berdua, buat apa kita beli mobil 7 seat, sehingga di malaysia city car dominan,\\\” tutur Amelia Tjandra selaku Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) di sela-sela peluncuran All New Sirion di Gandaria City Mall, Jakarta, Selasa (13/2/2018). Amelia menambahkan kalau saat ini, masyarakat Indonesia belum dapat berubah seperti Malaysia. Dan dirasa memang sulit untuk berubah. Indonesia sangat mengontrol filosofi \\\”mangan ra mangan ngumpul\\\”. Padahal cuma memiliki keluarga kecil, mobil MPV tetap jadi opsi. Berjaga-jaga barangkali ada keperluan bersama saudara, tetangga, kerabat dan sabahat dapat diangkut dalam satu kendaraan.

Indonesia belum, masih MPV. Indonesia mobil yang laku masih MPV. Jikalau Indonesia berubah city car menjadi opsi dan bertumbuh tentu saja kami akan menetapkan bagaimana memfasilitasi substitusi,\\\” kata Amel. \\\”Menurut kami selama masyarakat Indonesia masih punya filosofi mangan ora mangan asal ngumpul karenanya 7 seater akan menjadi opsi utama,\\\” tambahnya. Data wholesales yang dirilis Gabungan Industri Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun 2017 jumlah mobil MPV yang terkirim dari pabrik ke dealer menempuh 253.808 unit. Naik dari tahun 2016 yang terjual sebanyak 249.927 unit.